//6 Cara Ampuh untuk Menjadi Pendengar yang Baik

6 Cara Ampuh untuk Menjadi Pendengar yang Baik

Oleh: Meghann Sepulveda

Apakah Anda pernah dalam sebuah pertemuan atau makan malam dengan seseorang yang tidak bisa berhenti bicara? Anda tahu tipe tersebut, mereka selalu bersuara dan tidak bisa berhenti sebentar untuk mendengarkan. Saya bertanya-tanya apakah orang-orang dengan karakter tersebut tidak mengetahui tentang keterampilan komunikasi dasar, suka mendengar diri mereka sendiri, atau hanya tidak peduli persepsi tentang mereka. Ketika saya berada dalam situasi seperti ini, saya biasanya berhenti untuk bergabung dalam percakapan karena saya merasa bahwa pemikiran serta pendapat saya tidak didengarkan dan tidak dihargai.

Mendengarkan adalah suatu hal yang dapat membantu Anda dalam menjaga persahabatan dan juga menumbuhkan keterampilan bisnis dan kepemimpinan Anda. Berikut adalah enam cara untuk menjadi pendengar yang baik:

 

1. Menunjukkan Ketertarikan 

Ketika Anda terlibat dalam percakapan dengan seseorang, mengajukan pertanyaan pada waktu yang tepat menunjukkan bahwa Anda peduli tentang apa yang mereka katakan. Pastikan untuk memperhatikan baik petunjuk verbal maupun non-verbal sehingga Anda dapat merespon dengan tepat. Dalam dunia bisnis, penting untuk mencoba dan memahami sepenuhnya kebutuhan dan keinginan kolega, calon pelanggan atau tim Anda sehingga Anda dapat memberikan umpan balik yang baik.

2.  Jangan Menyela 

 

Hal ini dapat menjadi tantangan, terutama jika Anda seperti anak berusia enam tahun atau jika Anda bersemangat tentang topik diskusi. Tetapi menyela seseorang menunjukkan bahwa pemikirian Anda lebih penting daripada pikiran mereka dan Anda tidak mau mendengar apa yang mereka katakan. Jika seseorang merasa tidak didengarkan, mereka akan sulit untuk mengembangkan hubungan mereka dengan Anda. Sebagai seorang leader, ini merupakan keterampilan yang Anda butuhkan agar dapat terhubung dengan tim Anda.

3. Berhenti Sejenak dan Pikirkan tentang Apa yang Anda Dengar 

Mungkin seorang teman berkata kepada Anda bahwa dia tidak ingin bertemu, atau klien baru mengatakan bahwa dia ingin lebih sering bertemu. Daripada langsung menganggapi, cobalah untuk sepenuhnya memahami apa yang orang tersebut ingin coba komunikasikan. Mungkin teman Anda kesepian dan membutuhkan seseorang untuk diajak bicara, tetapi dia kesulitan dalam mengartikulasikan perasaannya. Atau mungkin klien Anda tidak merasa bahwa dia merupakan prioritas. Anda tidak perlu membaca pikiran, namun cobalah untuk lebih peka dengan kebutuhan orang-orang di sekitar Anda. Jika Anda tidak yakin akan maksud dari yang dikatakan, tidak masalah untuk meminta klarifikasi secara sopan kepada teman atau klien Anda.

4. Meminimalkan Distraksi 

Seberapa menyebalkan ketika Anda berbicara dengan seseorang dan mereka terus melihat ke ponsel mereka? Tentu saja sangat mengganggu! Hal itu tidak hanya kasar tetapi juga membuat orang merasa mereka tidak layak dalam mendapatkan perhatian penuh dari Anda. Setiap orang sibuk seringkali melakukan pekerjaan multitasking, tetapi cobalah untuk sadar dan berusaha untuk tidak melakukan banyak hal ketika Anda sedang melakukan percakapan dengan seseorang. Pesan atau email tersebut dapat menunggu beberapa menit.

5. Buat Kontak Mata 

Ketika Anda menatap seseorang, Anda dapat lebih fokus pada orang yang berbicara dan benar-benar mendengarkan apa yang mereka katakan. Menurut Forbes, kira meningkatkan kontak mata ketika berhadapan dengan orang yang kita sukai, kagumi atau yang memiliki kekuasaan di atas kita. Dalam percakapan yang lebih intens atau akrab, kita secara alami akan saling melihat satu sama lain lebih sering dan menahan pandangan tersebut untuk waktu yang lebih lama. Bahkan, terkadang orang menilai hubungan dari jumlah kontak mata yang terjadi: semakin sering kontak mata makan semakin akrab hubungan tersebut. Tindakan Anda, bukan hanya kata-kata, dapat memberi pengaruh besar pada teman-teman atau tim Anda. Berikan mereka perhatian yang pantas mereka dapatkan dan tetap fokus pada apa yang mereka katakan.

6. Bersikap Empati 

Sudah menjadi pendengar yang baik? Luar biasa! Namun mungkin menjalin percakapan dengan orang baru (terutama dalam proposisi bisnis) merupakan hal baru yang membuat Anda tegang. Siapa takut! Cobalah metode Katakan, Bagikan, Lakukan untuk membantu Anda mengobrol dengan calon pelanggan tanpa kecanggungan. Dengan sedikit latihan, Anda bisa mendapatkan kepercayaan diri, meningkatkan hubungan dan mengembangkan bisnis Anda!

Bisa saja  suami Anda mengatakan bahwa komentar sarkas yang Anda lontarkan tentang pilihan kausnya itu menyakitkan, atau klien Anda mengatakan dia merasa Anda tidak mengabiskan cukup waktu untuk mengerjakan situs webnya. Untuk menjadi pendengar yang baik, Anda perlu mencoba dan menempatkan diri Anda pada posisi orang lain untuk mendapatkan perspektif. Hanya dengan begitu Anda akan dapat lebih memiki pikiran terbuka dan berhubungan lebih baik dengan orang lain.

2018-12-06T16:09:46+00:00Desember 2nd, 2018|Berita|