Memepertahankan kestabilan kadar natrium sangat penting terutama selama olahraga yang intens. Rendahnya kadar natrium menghasilkan pada penurunan Sudah diketahui bahwa kita memerlukan untuk menghidrasi tubuh kita setelah berolahraga untuk mengganti kehilangan cairan tubuh. Namun apakah Anda tahu bahwa ketika Anda berkeringat Anda kehilangan hal lain selain dari air?

Elektrolit seperti natrium dan kalium juga ikut keluar melalui keringat Anda. Zat mineral ini perlu diganti pada saat selama periode rehidrasi dan setelah berolahraga untuk mengembalikan keseimbangan cairan air dan elektrolit di dalam tubuh Anda (1).

Mengapa Elektrolit Sangat Penting?

Elektrolit merupakan mineral bermuatan listrik yang berkeliling di dalam aliran darah dan cairan ekstraseluler (2). Natrium merupakan elektrolit dengan konsentrasi tertinggi yang hilang bersama dengan keringat, dan dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu menyeimbangkan kadar cairan di dalam tubuh (1, 3). Sebagai ion bermuatan positif, kerja natrium sangat kontras dengan muatan negatif dari potasium untuk membentuk membran sel yang potensial, dimana ini penting untuk otot normal dan fungsi dari saraf (4).

jumlah cairan ekstraseluler dalam sirkulasi, dimana hasil tersebut dalam volume kurang darah dan tekanan darah yang rendah yang dapat menyebabkan kelelahan (5).

Kalium merupakan elektrolit penting lainnya yang membantu dalam mengontrol keseimbangan cairan di dalam tubuh. Hal ini juga membantu saraf dan otot “menyampaikan” dan mendukung otot jantung (3, 6). Kekurangan potasium di dalam tubuh dapat menyebabkan otot kram dan menjadi lemah, serta membuat Anda menjadi kekurangan energi. Meskipun jauh lebih sedikit kalium yang keluar melalui keringat dibandingkan dengan garam, ini tetap hal penting untuk memulihkan kehilangan jumlah elektrolit setelah berolahraga (4).

Mengisi Ulang Karbohidrat

Penting juga untuk menghidrasi tubuh dengan minuman yang memberikan asupan karbohidrat, karena cadangan energi tubuh akan habis selama Anda berolahraga. Semakin banyak penelitian menyarankan bahwa mengonsumsi karbohidrat selama berolahraga dapat memperbaiki performa, ketahanan, dan pemulihan (7, 8).

Sebagai tambahan, mengonsumsi karbohidrat secara langsung setelah berolahraga memberikan keuntungan untuk Anda. Ini adalah saatnya dimana otot Anda bersiap untuk menyimpan glikogen pada tingkat yang lebih cepat (9, 10). Dengan mengonsumsi karbohidrat dalam bentuk monosakarida, atau gula sederhana, dibandingkan dengan karbohidrat kompleks yang perlu dipecah oleh tubuh- dapat meningkatkan laju pengantaran karbohidrat yang diserap oleh usus kecil (11).

Memperkenalkan AMPEDTM

Minuman olahraga merupakan alat yang baik untuk membantu menghidrasi dan mengembalikan keseimbangan elektrolit; bagaimanapun, banyak formulasi terkenal yang cenderung mengandung gula dan kalori yang berlebihan yang dapat menghalangi olahragawan yang sadar kesehatan dari menggunakan produk-produk ini.

Dengan tujuan Anda di dalam pikiran, Isagenix menciptakan AMPED. Solusi campuran karbohidrat dan elektrolit yang unik ini terkandung natrium dan beberapa kalium, dan juga kaya akan vitamin B dan vitamin C. AMPED juga menyediakan tubuh dengan karbohidrat yang mudah dicerna yang dapat disalurkan ke jaringan otot Anda secara cepat. Salah satu manfaat dari dari mengonsumsi campuran karbohidrat dan elektrolit adalah bahwa natrium dapat menstimulasi penyerapan gula dan air di usus kecil, dimana hal tersebut dapat membantu proses rehidrasi (11).

Tidak peduli apapun olahraga yang Anda lakukan, AMPED membantu mengrehidrasi, menyehatkan, dan memberi energi pada tubuh Anda agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal pada setiap olahraga yang dilakukan.

References

  1. Sawka MN, Montain SJ. Fluid and electrolyte supplementation for exercise heat stress. Am J Clin Nutr 2000;72(suppl):564S-72S
  2. NHS Choices. Electrolyte test. 2015. Available at: http://www.nhs.uk/conditions/Electrolytes/Pages/Introduction.aspx (accessed 05/09/2017)
  3. NHS Choices. Vitamins and minerals. 2017. Available at: http://www.nhs.uk/Conditions/vitamins-minerals/Pages/Other-vitamins-minerals.aspx (accessed 05/09/2017)
  4. Higdon J. Sodium (Chloride). Linus Pauling Institute: Micronutrient Research for Optimum Health. 2004 Feb.
  5. Sahay M, Sahay R. Hyponatremia: A practical approach. Indian J Endocrinol Metab. 2014 Nov-Dec; 18(6): 760–771
  6. NHS Choices. Potassium test. http://www.nhs.uk/conditions/Potassium-test/Pages/Introduction.aspx (accessed 05/09/2017)
  7. Rowlands DS, Swift M, Ros M, Green JG. Composite versus single transportable carbohydrate solution enhances race and laboratory cycling performance. Appl Physiol Nutr Metab 2012 Jun;37(3):425-36
  8. Wallis GA, Hulston CJ, Mann CH, Roper HP, Titpon KD, Jeukendrup AE. Postexercise muscle glycogen synthesis with combined glucose and fructose ingestion. Med Sci Sports Exerc 2008 Oct;40(10):1789-94
  9. Thomas DT, Erdman KA, Burke LM. American College of Sports Medicine Joint Position Statement. Nutrition and Athletic Performance. Med Sci Sports Exerc 2016;48(3):543-568
  10. Ivy JL, Katz AL, Cutler CL, Sherman WM, Coyle EF. Muscle glycogen synthesis after exercise: effect of time of carbohydrate ingestion. J Appl Physiol 1988;64(4):1480-1485
  11. Shirreffs SM. Hydration in sport and exercise: water, sports drinks and other drinks. Nutr Bull 2009;34:374-379