Jika tujuan Anda adalah meningkatkan massa otot, Anda mungkin ingin menambahkan skup ketiga IsaShake Anda untuk Bedtime Belly Buster. Ekstrak skup tersebut akan meningkatkan protein ke tingkat yang konsisten dengan studi mengevaluasi “protein sebelum tidur” untuk meningkatkan sintesis protein otot.

Sintesis protein otot adalah proses yang dilalui oleh tubuh untuk membangun atau membangun kembali protein di dalam tubuh. Tubuh secara alami memecah dan membangun kembali protein otot sebagai bagian dari metabolisme normal.

Ketika tingkat pemecahan dan pertumbuhan otot seimbang, massa otot tubuh tetap sama. Jika tingkat pemecahan lebih besar dari tingkat pembentukkan otot, maka tubuh mulai kehilangan massa otot di dalam tubuh.

Kunci pertumbuhan otot adalah tubuh secara konsisten membangun lebih banyak pembentukkan protein otot dibandingkan dengan proses pemecahan otot, menghasilkan hasil positif pada keseimbangan protein di dalam tubuh. Kombinasi nutrisi dan olahraga yang tepat bersama-sama dapat memberikan dukungan optimal untuk pertumbuhan massa otot.

33 Persen Peningkatan Sintesis Protein Otot

Penelitian sebelumnya menemukan bahwa asupan protein pada saat sebelum tidur dapat memaksimalkan pembentukkan massa otot setelah olahraga di malam hari pada remaja pria (1). Selain itu, asupan protein sebelum tidur telah terbukti meningkatkan keseluruhan keseimbangan protein yang diperlukan untuk pembentukkan dan pertumbuhan massa otot (2).

Saat ini sebuah studi baru dari Belanda melaporkan bahwa pria yang usianya lebih tua dapat memaksimalkan sintesis protein otot ketika mereka mengonsumsi 40 gram protein berkualitas tinggi sebelum tidur (3). Penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Nutrisi, mengacak para peserta penelitian baik kelompok yang mengonsumsi suplemen 40 gram protein, 20 gram protein, atau plasebo sebelum tidur. Penelitian kemudian menganalisis biopsi otot sebelum dan setelah protein atau plasebo diminum dan tujuh jam tidur.

Peserta penelitian yang disuplementasi dengan 40 gram protein sebelum tidur memiliki hasil 33 persen lebih tinggi dibandingkan dengan suplementasi dengan 20 gram protein atau plasebo. Juga tidak terdapat perbedaan signifikan antara mereka yang mengonsumsi 20 gram protein dibandingkan dengan plasebo.

Alasan mengapa para ilmuwan tertarik terkait dalam kondisi tidur adalah kondisi tidur merupakan masa kritis dalam pembentukkan dan pemulihan massa otot. Penelitian menunjukkan bahwa cemilan atau makanan yang tinggi protein sebelum tidur mungkin adalah suatu strategi yang bagus untuk membuat sebagian besar upaya olahraga di siang hari menjadi lebih baik.

Mendapatkan 40 Gram Protein Saat Tidur

Dosis 40 gram protein setara dengan sekitar 6 ons steak atau dada ayam. Dengan produk Isagenix, tiga skup IsaShake akan memberikan dosis yang hampir setara pada 24 gram protein.

Penelitian terbaru yang mengevaluasi protein sebelum tidur juga didukung oleh penelitian terbaru yang dilakukan di Skidmore College yang mengevaluasi penggunaan produk kaya protein Isagenix untuk meningkatkan kinerja atletik (4, 5).

Tidak semua orang tertarik untuk mengonsumsi 40 gram protein sebelum tidur. Jika tujuan Anda adalah menurunkan berat badan, 20 gram protein 30-60 menit sebelum tidur mungkin hanya meningkatkan metabolisme Anda. Tetapi jika Anda ingin membangun otot dan kekuatan, meningkatkan protein hingga 40 gram sebelum tidur mungkin menjadi dosis yang tepat untuk Anda.

Referensi :

  1. Snijders T, Res PT, Smeets JSJ, et al. Protein ingestion before sleep increases muscle mass and strength gains during prolonged resistance-type exercise training in healthy young men. Journal of Nutrition. 2015 Jun; 145(6): 1178-1184. doi: 10.3945/jn.114.208371.
  2. Holwerda AM, Kouw IWK, Trommelen J, et al. Physical activity performed in the evening increases the overnight muscle protein synthetic response to presleep protein ingestion in older men. Journal of Nutrition. 2016 Jul; 146(7): 1307-1314. doi: 10.3945/jn.116.230086.
  3. Kouw IWK, Holwerda AM, Trommelen J, et al. Protein ingestion before sleep increases overnight muscle protein synthesis rates in healthy older men: a randomized controlled trial. Journal of Nutrition. 2017 Aug 30. jn254532. doi: 10.3945/jn.117.254532.
  4. Ives SJ, Norton C, Miller V, Minicucci O, et al. Multi-modal exercise training and protein-pacing enhances physical performance adaptations independent of growth hormone and BDNF but may be dependent on IGF-1 in exercise-trained men. Growth Horm IGF Res. Oct; 24.  DOI: http://dx.doi.org/10.1016/j.ghir.2016.10.002
  5. Arciero PJ, Ives SJ, Norton C, et al. Protein-Pacing and Multi-Component Exercise Training Improves Physical Performance Outcomes in Exercise-Trained Women: The PRISE 3 Study. Nutrients. 2016 Jun 1;8(6).