Menurut kebanyakan dari kita, kafein merupakan bagian yang normal dalam kehidupan. Diperkirakan lebih dari 80 persen orang di Amerika Serikat menikmati minuman berkafein setiap hari, dan jumlahnya terus meningkat.

Pesatnya pertumbuhan pasar minuman berenergi telah menyebabkan konsumsi kafein meningkat, terutama di kalangan muda atau orang dewasa. Minuman khas ferenergi telah mengisi pangsa pasar dan mengandung sekitar 50 sampai 500 miligram kafein per sajiannya tanpa adanya regulasi dan peraturan yang memantau jumlah kafein yang dikonsumsi oleh konsumen. Selain adanya kemungkinan mengkonsumsi kafein yang berlebihan, banyak dari minuman ini mengandung pemanis buatan, rasa dan pewarna.

Orang yang berkomitmen terhadap gaya hidup sehat seringkali mewaspadai minuman berenergi dan jumlah kafein yang terkadung di dalamnya. Namun, pada umumnya kafein yang terkadung dalam minuman bernergi tidak selalu berarti buruk dan terkadang bisa mendukung diet sehat dan rejimen sebelum berolahraga, jika digunakan secara bertanggung jawab dan berkecukupan.

Kajian dari Studi Kafein

Sebuah kajian terkait ribuan penelitian cross-sectional yang melihat tentang keamanan pada penggunaan kafein mendukung rekomendasi sebelumnya untuk membatasi asupan kafein sekitar  200 miligram pada satu waktu, atau 500 miligram setiap hari. Kajian tersebut menyarankan bahwa konsumsi kafein antara 200 sampai dengan 400 miligram setiap hari dianggap senagai jumlah ideal bagi konsumen untuk menikmati minuman berkafein favorit, seklaigus mendukung gaya hidup sehat (1).

Selain itu, tinjauan ini juga mendukung temuan sebelumnya bahwa konsumsi kafein yang berlebihan itu bukan hanya tidak aman, namun tidak perlu. Bahkan suplemen kafein dengan dosis sangat rendah sekitar 0.3 mg/kg berat badan per jam menunjukkan peningkatan dalam kinerja kognitif (2). Sementara jumlah ini mungkin tampak terlalu rendah untuk beberapa orang, penelitian tambahan menemukan bahwa setidaknya 60 mg kafein dapat memperbaiki ukurang fungsi kognitif, termasuk konsentrasi dan kewaspadaan (3). Penelitian juga menunjukkan bahwa efek kafein sangat individual dan Anda harus melakukan konsultasi dengan dokter Anda sebelum menambahkan kafein ke dalam program diet Anda.

Menambahkan dari tinjauan yang dilaporkan sebelumnya, para periset mencatat bahwa setiap efek negatif dari kafein seperti ketergantungan atau kecanduan disebakan dari dosis tinggi kafein yang diproses secara sintetis dalam minuman berenergi sekali minum atau pil (1). Periset menemukan bahwa masalah ini biasanya dihindari dengan penggunaan kafein yang digunakan pada dosis teh atau kopi.

Jumlah Kafein Alami yang Terkadung dalam IsaShot

Sementara minuman berenergi mungkin telah memberikan kesan yang buruk, bukan berarti minuman berenergi tidak bisa digunakan dalam diet yang baik. Berbeda dengan minuman berenergi lainnya yang beredar di pasaran, IsaShot mengandung sumber kafein alami, yang jumlahnya hampir sama dengan secangkir kopi (85 mg). Jumlah kafein dari teh hijau ini cukup untuk meningkatkan kewaspadaan dan kinerja kognitif tanpa berlebihan. Produk ini juga tidak mengandung pemanis buatan, warna atau rasa.

Sebagai pilihan kafein yang aman dan efektif, IsaShot memiliki cukup kafein alami yang dapat memberikan ketajaman kognitif dan energi yang dibuthkan oleh konsumen.

Referensi:

  1. Cappelletti S, Daria P, Sani G, Aromatario M. Caffeine: Cognitive and Physical Performance Enhancer or Psychoactive Drug? Curr Neuropharmacol. 2015 Jan; 13(1): 71–88. Published online 2015 Jan. doi: 2174/1570159X13666141210215655
  2. Wyatt JK, Cajochen C, Ritz-De Cecco A, Czeisler CA, Dijk DJ. Low-dose repeated caffeine administration for circadian-phase-dependent performance degradation during extended wakefulness. Sleep. 2004 May 1;27(3):374-81.
  3. Wilhelmus MM, Hay JL, Zuiker RG, Okkerse P, Perdrieu C, Sauser J, Beaumont M, Schmitt J, van Gerven JM, Silber BY. Effects of a single, oral 60 mg caffeine dose on attention in healthy adult subjects. J Psychopharmacol. 2017 Feb;31(2):222-232. doi: 10.1177/0269881116668593. Epub 2016 Sep 27.