/, Produk/Mengapa Mengelola Stres Merupakan Kunci Untuk Mengelola Berat Badan

Mengapa Mengelola Stres Merupakan Kunci Untuk Mengelola Berat Badan

Jika pencapaian gaya hidup sehat adalah tujuan Anda, maka mengelola stres harus menjadi prioritas utama.

Stres sering menjadi faktor yang tidak terlihat yang menghambat upaya penurunan berat badan pada banyak orang. Sayangnya, hal tersebut bukan sesuatu yang dapat mudah di rubah dan sering tidak tertangani saat mengimplementasikan perubahan gaya hidup yang positif.

Bagaimana Stres Dapat Mempengaruhi Kesehatan?

Ada beberapa cara stres yang dapat mempengaruhi kesehatan Anda. Dari sudut pandang biologis, hormon kortisol memainkan peran integral dalam reaksi tubuh Anda terhadap kondisi stres. Salah satu fungsinya adalah membantu menyediakan energi, jika diperlukan, untuk melawan dan menghindari serangan di dalam tubuh. Respon fisiologis akut ini juga disebut sebagai respon fight-or-flight.

Fungsi yang sama ini terjadi ketika menangani sumber stres, seperti hari yang berat saat di kantor atau hari yang panjang dengan anak-anak. Meskipun mekanisme ini dapat membantu menjaga Anda “Aman”, stres dalam jangka panjang dapat mulai berdampak negatif pada kesehatan Anda. Penelitian telah mengaitkan tingkat kortisol yang lebih tinggi pada individu yang mengalami stres dengan banyak hasil yang mempengaruhi otak, sistem saraf, pola tidur, kesehatan jantung, dan berat badan (1).

Apakah Stres Benar-Benar Dapat Mempengaruhi Ukuran Pinggang Anda?

Jawaban singkatnya adalah iya. Banyak yang dapat menemukan kemajuan mereka terhenti selama perjalanan penurunan berat badan. Anda mungkin merasa seperti melakukan semuanya dengan benar dan mengikuti rencana Anda sampai T, namun Anda masih belum melihat hasilnya. Jika itu masalahnya, mungkin ada faktor yang tidak terlihat yang menghambat usaha Anda. Stres yang tidak terkontrol dan kurangnya tidur merupakan penyebab yang umum.

Sementara stres akut yang berasal dari perpisahan, trauma keluarga, atau masalah keuangan sering berhubungan dengan penurunan berat badan yang tidak diinginkan, stres yang berkelanjutan atau masalah yang masih terjadi dalam sebulan terakhir sampai bertahun-tahun (stres kronis) dikaitkan dengan pilihan makanan kurang bernutrisi, yang menghasilkan peningkatan berat badan (2, 3).

Satu studi yang meneliti efek stres pada berat badan ditemukan bahwa peningkatan kortisol telah dikaitkan dengan pengurangan pengendalian pola makan dan peningkatan asupan kalori, yang menyebabkan peningkatan berat badan di kalangan wanita (4). Para peneliti juga mencatat bahwa peningkatan kalori terutama berasal dari makanan tinggi yang mengandung karbohidrat olahan dan lemak jenuh (4).

Para peneliti menunjuk dengan tepat perubahan-perubahan ini dalam pola diet normal selama periode stres berkepanjangan sebagai faktor pendorong dalam hubungan antara stres kronis dan obesitas. Mereka juga mengamati bahwa melalui stres jangka panjang mengakibatkan perubahan perilaku yang berbeda seperti penurunan aktivitas fisik, peningkatan perilaku yang menetap, dan penurunan durasi tidur (2). Kombinasi dari semua perubahan ini (fisiologis atau perilaku) dapat mempengaruhi kesehatan dan berat badan Anda.

Tiga Cara Untuk Mengatasi Stres Dengan Lebih Baik

Berikut adalah tiga hal yang dapat Anda lakukan untuk mengarahkan periode stres dalam hidup Anda :

  1. Kenali stres yang Anda alami dan mengevaluasi kembali tujuan Anda. Mengubah fokus Anda dalam perawatan diri melalui nutrisi yang tepat, aktivitas fisik, dan manajemen stres yang dapat membantu Anda merasa dalam kondisi terbaik selama masa-masa sulit. Pergeseran pola pikir ini dapat menghilangkan tekanan melihat perubahan yang dramatis dalam bentuk skala, menjadikan kesehatan emosid dan mental Anda sebagai prioritas yang sangat dibutuhkan.
  2. Prioritaskan aktivitas yang Anda sukai. Meskipun latihan olahraga Anda adalah kelas yang menantang, “waktu Anda” atau kesempatan sosial untuk mengejar dengan teman-teman Anda, membuat hal tersebut sebagai hal pokok dalam rutinitas harian Anda. Aktivitas fisik apapun itu yang telah terbukti dalam membantu mengurangi stres dan memperbaiki suasana hati (5). Menjadi aktif setiap hari merupakan landasan kesehatan dan membantu tujuan penurunan berat badan. Ketika Anda mulai merasa sibuk atau kelelahan, jangan biarkan rutinitas olahraga Anda menjadi hal pertama yang terkena dampak berhenti.
  3. Tetap jalankan Hari Shake Anda. Penelitian telah menunjukkan bahwa mereka yang berjuang dengan stres kronis lebih cenderung melakukan makan makanan ringan “nyemil” (2). Mengikuti jadwal Hari Shake Anda dapat membantu Anda tetap kenyang selama seharian dan kurang lebih untuk memenuhi selera Anda. Hari Shake dirancang untuk mengisi tubuh Anda dengan asupan nutrisi yang padat, sehingga Anda dapat mencari dan merasa kondisi dari tubuh Anda. Dengan bonus kenyamanan, IsaShake dapat membantu menghilangkan stres dari waktu makan.

Dikarenakan stres sering kali tidak terhindarkan, langkah penting dalam melindungi kesehatan Anda adalah mengembangkan metode untuk pengarahan yang lebih baik pada waktu-waktu penuh tekanan ini dan mencegah efek negatif dalam jangka panjang. Produk Isagenix dapat membantu anda untuk mencapai tujuan ini.

Referensi:

  1. Roberts C, Troop N, Connan F, Treasure J, Campbell IC. The effects of stress on body weight: biological and psychological predictors of change in BMI. Obesity (Silver Spring). 2007 Dec;15(12):3045-55. doi: 10.1038/oby.2007.363.
  2. Chao A, Grilo CM, White MA, Sinha R. Food cravings mediate the relationship between chronic stress and body mass index. J Health Psychol. Author manuscript; available in PMC 2018 Oct 14. Published in final edited form as: J Health Psychol. 2015 Jun; 20(6): 721–729. doi: [10.1177/1359105315573448]
  3. Masih T, Dimmock JA, Epel ES, Guelfi KJ. Stress-induced eating and the relaxation response as a potential antidote: A review and hypothesis. Appetite. 2017 Nov 1;118:136-143. doi: 10.1016/j.appet.2017.08.005. Epub 2017 Aug 5.
  4. Roberts CJ, Campbell IC, Troop N. Increases in weight during chronic stress are partially associated with a switch in food choice towards increased carbohydrate and saturated fat intake. Eur Eat Disord Rev. 2014 Jan;22(1):77-82. doi: 10.1002/erv.2264. Epub 2013 Oct 4.
  5. Pedersen BK and Saltin B. Exercise as medicine – evidence for prescribing exercise as therapy in 26 different chronic diseases. Scand J Med Sci Sports. 2015 Nov; 25(53): 1-72.
  6. Panossian A, Wikman G. Evidence-based efficacy of adaptogens in fatigue, and molecular mechanisms related to their stress-protective activity. Curr Clin Pharmacol 2009;4:198-219.
  7. Panossian A, Wikman G. Effects of adaptogens on the central nervous system and the molecular mechanisms associated with their stress-protective activity. Pharmaceuticals 2010; 3: 188-224.
2019-02-12T16:19:38+00:00Februari 13th, 2019|Berita, Produk|