Siapa yang tidak kenal Calvin Tjahyadi, pemenang Grand Prize IsaBody Challenge 2018?

Wajahnya kerap muncul diberbagai alat bantu marketing Isagenix, seperti alat bantu bisnis, Panduan IsaBody, banner, leaflet, dan lain-lain. Sebagai pemenang Grand Prize, Calvin (begitu biasa ia dipanggil) tentunya telah merasakan berbagai hadiah atas pencapaiannya tersebut. Dari posisinya sebagai pemenang finalist, dan juga Grand Prize, Calvin mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp. 79.200.000 plus paket perjalanan ke Isagenix Celebration ke Amerika Serikat bernilai lebih dari Rp. 50.000.000,- sungguh hadiah yang fantastis!

Calvin mengenal produk Isagenix karena melihat istrinya, Selviane Raintung yang lebih awal mengonsumsi produk Isagenix. “Pada awalnya Saya tidak tertarik untuk mengonsumsinya, karena Saya sudah memiliki produk berbasis protein lain yang Saya gunakan untuk mendukung aktifitas gym Saya sehari-hari.” Namun Calvin berpendapat bahwa produk-produk tersebut tidak dapat mengatur pola makannya ke arah yang lebih sehat. “Saya tidak bisa mengontrol pola makan Saya. Meski ketat dalam berolahraga, Saya pun makan hampir apa saja dan tidak terkontrol. Sayapun terus mencari jenis merek demi mendapatkan produk terbaik. Bahkan hampir dua bulan sekali Saya ganti merek produk protein.”

Seiring dengan berjalannya waktu, Calvin pun merasa putus asa karena tidak ada kemajuan dari segi fisik, meskipun ia rajin berolah raga, dan mengonsumsi produk tersebut. Ia lalu melihat, bahwa sang istri, telah memiliki transformasi yang signifikan, meskipun baru mengonsumsi produk Isagenix beberapa bulan saja. Ia pun beralih mengonsumsi produk Isagenix. “Memang tidak cepat, transformasi yang dihasilkan baru terlihat beberapa bulan kemudian. Namun, Saya merasa dengan Isagenix Saya dapat mengatur pola makan yang sehat dengan lebih baik. Tidak ada lagi keinginan untuk ngemil, makan pun dalam porsi yang sewajarnya dan tidak berlebihan. Berbeda sewaktu dulu yang bisa menghabiskan dan makan makanan apa saja. Hasilnya, dengan mengonsumsi produk Isagenix, fisik dan stamina Saya jadi lebih fit!.” Jelas Calvin ketika dihubungi oleh tim Isagenix.

Calvin pun merasakan banyak perubahan kesehatan yang ia alami setelah menjalankan program Isagenix. Dulu ia merasa ada beberapa gangguan kondisi kesehatan, namun sejak mengonsumsi Isagenix dan hingga saat ini hal tersebut sudah tidak dirasakannya lagi*. Ia pun menjadi lebih enerjik, “Dahulu saya merasa cepat lelah, sehingga banyak rutinitas harian yang menjadi terganggu, namun sekarang Saya tetap berenergi sesibuk apapun Saya. Bahkan hampir setiap hari Saya ke gym.” Tutur Calvin bersemangat. Tidak heran, sosial medianya pun penuh dengan unggahan aktifitas olah raganya setiap hari. Selain mengonsumsi IsaShake dan melakukan Cleanse Day, IOX menjadi produk favorit andalan Calvin. “Dengan ritme kerja dan kehidupan di kota padat seperti sekarang ini, siapa sih yang bisa menghidari stress? Nah, dengan konsumsi IOX Saya lebih nyaman dalam menghadapi kesibukan sehari-hari.” Begitu tuturnya yang juga menyebutkan bahwa ia selalu sedia IOX di dalam tasnya kemanapun ia pergi.

Perjalanan Penuh Kenangan

Menjadi satu dari sekian banyak perwakilan dari setiap negara di panggung IsaBody Challenge Celebration, merupakan kenangan yang tidak akan terlupakan oleh Calvin. Mulai foto yang di pajang menjadi banner raksasa di area World of Isagenix Store, ramah tamah pada pertemuan IsaBody Challenge, sesi foto professional, hingga rekognisi dipanggung utama Celebration dihadapan 15 ribu Associate Isagenix dari seluruh dunia, sungguh menjadi suatu hal yang membanggakan. Tidak hanya bagi Calvin sendiri, namun juga bagi Isagenix Indonesia. “Rasanya campur aduk. Bangga, haru, dan nervous pastinya. Bagi Saya, kemenangan ini tidak hanya berhenti sampai disitu. Justru dengan mendapat gelar sebagai pemenang, Saya memiliki tanggung jawab yang berat, untuk terus konsisten dan menjaga predikat yang telah diberikan oleh Isagenix untuk Saya. Semua ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan.” Ungkap Calvin.

Saat ditanya tentang  calon pemenang Grand Prize 2019 yang akan datang, Calvin merasa sangat antusias dan juga berharap agar lebih banyak lagi Associate Indonesia yang dapat merasakan kesempatan seperti dirinya. “Saya ingin bersama-sama pemenang lain dari IsaBody Challenge dapat menginspirasi teman-teman diluar sana untuk melakukan perubahan.” Ia juga menambahkan bahwa disetiap periode, ia dan rekan-rekannya juga menanti-nantikan siapa yang menjadi juaranya. “IsaBody Challenge itu seru, bahkan untuk yang tidak mengikuti tantangan sekalipun. Serunya adalah disaat kita semua melihat begitu banyak nominasi peserta yang bagus-bagus, tetapi hanya dipilih tiga orang yang menjadi juara. Kadang kita juga jadi punya calon juara sendiri. Hahaha..” ungkap Calvin tertawa.

Saat ditanya, apa pesan Calvin bagi para Associate yang belum berhasil menjadi pemenang seperti dirinya? “IsaBody Challenge adalah salah satu bentuk usaha kita untuk membuktikan lebih kepada diri sendiri, apakah kita mampu menjadi lebih baik. Segala sesuatu ada hal yang harus dibayar, konsistensi, komitmen, dan kerja keras. Jadikan hadiah sebagai bonus tambahan dari keberhasilan Anda. Karena yang paling penting adalah kesuksesan bagi diri Anda sendiri untuk bertransformasi. Itu yang sulit.” Ujar ayah dari Vannes Josua (16), Gabriella (12) dan Keith (6) ini.

Tertarik untuk mengikuti jejak Calvin? Ayo daftarkan diri Anda untuk mengikuti IsaBody Challenge! IsaBody Challenge merupakan tantangan selama 16 minggu yang terbuka setiap hari bagi Anda yang ingin bertransformasi. Tak perlu khawatir jika Anda belum berhasil, coba lagi karena terdapat 3 periode setiap tahunnya untuk melihat seberapa kuat Anda menerima tantangan kami. Apakah Anda ingin mencobanya? Kunjungi Back Office Anda dan klik IsaBody Challenge pada menu Promosi dan Kontes. Bagi Anda yang berhasil menyelesaikan tantangan, tersedia kupon produk, kaos eksklusif dan sertifikat IsaBody. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Id.IsaBodyChallenge.com.

*Hasil tidak sama. Penurunan berat badan, pertambahan otot, gaya hidup, dan hasil lainnya yang digambarkan di sini mencerminkan pengalaman individu yang luar biasa dari Konsumen Isagenix dan tidak dapat dianggap sebagai khas atau rata-rata. Hasil bervariasi tergantung pada usaha individu, komposisi tubuh, pola makan, waktu, latihan, dan faktor-faktor lain, seperti genetik dan fisiologis. Dalam studi yang dilakukan pada tahun 2012 oleh peneliti University of Illinois di Chicago, subyek menurunkan rata-rata 4 kg dengan rata-rata 1 kg penurunan berasal dari lemak viseral setelah 30 hari melakukan Sistem Isagenix. Subyek juga memiliki tingkat kepatuhan yang lebih tinggi dan memiliki penurunan berat badan lebih konsisten dari minggu ke minggu dibandingkan dengan subyek yang melakukan diet tradisional. Lihat hasil studi.